Perkuat KMP, BRMP Sistem Dorong Teknologi Pertanian Sesuai Kebutuhan Petani di Soppeng
Soppeng, 28 Agustus 2026 – Upaya memperkuat penerapan pertanian modern di Kabupaten Soppeng terus dilakukan melalui Klinik Modernisasi Pertanian (KMP). Balai Besar Pengembangan Sistem Modernisasi Pertanian (BRMP Sistem) mendorong agar program tersebut tidak hanya menjadi sarana pengenalan teknologi, tetapi mampu memberikan pembelajaran dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan nyata petani di lapangan.
Penguatan KMP diarahkan pada beberapa aspek yang memiliki manfaat langsung bagi petani, antara lain pengembangan demplot sebagai lokasi pembelajaran teknologi, penguatan Klinik Pengendalian Hama Terpadu (PHT), peningkatan kapasitas penyuluh dan petani, serta penggunaan data kondisi lahan sebagai dasar dalam menentukan teknologi yang tepat.
Salah satu upaya yang dipersiapkan adalah penguatan Klinik PHT sebagai ruang pembelajaran bagi petani dan penyuluh dalam mengenali serta menangani organisme pengganggu tanaman. Melalui pendekatan Pengendalian Hama Terpadu, petani didorong untuk menerapkan pengendalian yang lebih tepat berdasarkan kondisi tanaman dan lingkungan, sehingga penggunaan sarana produksi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Klinik PHT juga diarahkan menjadi tempat berbagi pengalaman dan mencari solusi atas permasalahan tanaman yang dihadapi petani. Pendekatan ini memungkinkan pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan berdasarkan persoalan nyata yang ditemukan di lahan.
Untuk memperkuat kemampuan tersebut, disiapkan pula kegiatan pelatihan mengenai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), pestisida nabati, serta teknologi pendukung pengendalian organisme pengganggu tanaman. Penguatan kapasitas ini diharapkan memberikan lebih banyak pilihan teknologi kepada petani dalam mengelola tanaman secara efektif sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Manfaat penerapan teknologi juga diperkuat melalui demplot KMP yang disiapkan sebagai lokasi percontohan dan pembelajaran lapang. Demplot memungkinkan petani dan penyuluh melihat secara langsung bagaimana teknologi pertanian modern diterapkan, mulai dari persiapan lahan, pengelolaan tanaman, penerapan teknologi hingga evaluasi hasil.
Di wilayah Ganra, persiapan demplot dilakukan dengan pengambilan sampel tanah dan pengukuran luasan lahan menggunakan GPS. Data tersebut menjadi dasar untuk memahami kondisi lahan sehingga rancangan penerapan teknologi dapat disesuaikan dengan karakteristik lokasi.
Pendekatan berbasis data tersebut penting untuk menghindari penerapan teknologi yang bersifat seragam. Setiap lahan memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga informasi mengenai kondisi tanah dan luasan lahan dapat membantu menentukan perlakuan dan teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan usaha tani.
Persiapan demplot juga dilakukan di wilayah Lalabata dengan memperhatikan kesiapan lokasi dan kebutuhan teknis penerapan teknologi. Demplot diharapkan dapat berkembang menjadi contoh nyata yang dapat diamati, dipelajari, dan direplikasi oleh petani di wilayah sekitarnya apabila memberikan hasil yang sesuai.
Selain penerapan teknologi, perkembangan capaian program turut menjadi bagian dari upaya memastikan KMP memberikan hasil yang terukur. Evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat agar manfaat KMP dapat semakin dirasakan di tingkat petani.
Penguatan KMP juga menempatkan penyuluh sebagai bagian penting dalam proses penerapan teknologi. Penyuluh diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi kepada petani, tetapi menjadi penghubung pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Melalui keterlibatan penyuluh, proses pembelajaran di demplot dan Klinik PHT dapat terus berlanjut setelah kegiatan utama dilaksanakan. Dengan demikian, pengetahuan mengenai teknologi pertanian modern dapat diteruskan kepada lebih banyak petani dan disesuaikan dengan kondisi usaha tani masing-masing.
Rangkaian penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya BRMP Sistem untuk membangun penerapan pertanian modern yang berbasis kebutuhan, data, pembelajaran lapang, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan adanya demplot sebagai tempat melihat penerapan teknologi secara langsung, Klinik PHT sebagai ruang pemecahan masalah tanaman, serta pelatihan sebagai sarana peningkatan kapasitas, KMP di Kabupaten Soppeng diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih konkret bagi petani.
Pada akhirnya, modernisasi pertanian tidak hanya ditandai oleh penggunaan teknologi baru, tetapi oleh kemampuan petani dalam memilih dan menerapkan teknologi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha tani. Melalui penguatan KMP, BRMP Sistem terus mendorong agar proses tersebut tumbuh dari kebutuhan dan kondisi nyata di lapangan.